Friday, January 6, 2017

Makanan Khas Kalimantan Selatan

Makanan Khas Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang cukup banyak memiliki tempat wisata yang unik seperti pasar terapung, jembatan Barito, pulau kembang, makam batu dan masih banyak lagi.
Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan bila berkunjung ke suatu daerah yaitu mencicipi makanan khas penduduk lokal yang biasa mereka makan. Hal ini mungkin sebuah peraturan wajib tapi tidak tertulis saat traveling.
Jadi apabila kamu berencana ingin pergi berwisata ke Kalimantan Selatan, ada baiknya simak ulasan beberapa makanan khas Kalimantan Selatan yang wajib dicicipi berikut ini:


1.SOTO BANJAR
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Mungkin yang paling terkenal dari semua makanan khas Kalimantan Selatan adalah Soto Banjar, bahkan banyak restoran dan warung makan di Indonesia yang mengunakan Soto Banjar sebagai salah satu menu spesialnya.
Soto Banjar ini sebetulnya tidak jauh berbeda dengan jenis Soto pada umumnya di Indonesia, perbedaannya mungkin hanya pada kuahnya yang lebih bening. Walaupun begitu ada juga Soto Banjar yang kuahnya agak keruh.
Keunikan Soto Banjar dibanding jenis Soto lain di Indonesia yaitu tidak mengunakan nasi melainkan pakai ketupat, dan katanya lebih nikmat lagi kalau disantap bersama Sate.

2.PATIN BAUBAR
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Patin Baubar adalah pepes Ikan Patin yang dibumbui dengan berbagai rempah-rempah kemudian dimasak dengan cara dibakar ditungku dan bara api sampai rempah-rempah tersebut meresap ke Ikan Patin tersebut.
Dengan cara masak seperti inilah yang membuat Ikan Patin ini jadi lebih nikmat dan katanya, makanan khas Kalimantan Selatan yang satu ini sangat nikmat disajikan dengan nasi putih hangat saja.
Perlu diketahui juga, di perairan seperti sungai-sungai di Kalimantan Selatan sangat mudah mendapat Ikan Patin, bahkan sekarang ini banyak warga disana yang membudidayakan Ikan Patin dan warga di Kalimantan Selatan sering memasak Ikan Patin dengan cara dipepes atau dibakar.

3.KETUPAT KANDANGAN
 Makanan Khas Kalimantan Selatan
Makanan khas Kalimantan Selatan selanjutnya yaitu Ketupat Kandangan. Makanan ini mungkin tidak asing bagi sebagian orang karena di Kalimantan Selatan dan sekitarnya, makanan ini sudah terkenal dimana-mana.
Berbeda dengan Soto Banjar, Ketupat Kandangan memiliki kuah yang keruh karena ditambahkan santan sebagai penambah citarasanya. Selain itu, terkadang ditambahkan ikan atau telur sebagai variasi lauknya.
Perbedaan Ketupat Kandangan dengan ketupat pada umumnya yaitu nasi ketupatnya agak lebih keras. Tapi, hal ini bukanlah mengurangi citarasanya, justru malah meningkatkan kenikmatan ketupat tersebut.

4. IWAK BASAMU
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Pembuatan Iwak Pakasam atau kadang juga disebut Iwak Basamu ini hampir sama dengan Manday, perbedaannya hanya bahan dasarnya yaitu ikan seperti Ikan Haruan (Ikan Gabus), Ikan Pepuyu, Ikan Mangki, dan Ikan Sepat.
Proses pembuatannya yaitu ikan yang sudah dibersihkan akan diberikan garam seperti Manday dan diberi juga samu yaitu beras yang sudah ditumbuk tapi masih berbentuk. Kemudian ikan tersebut didiamkan beberapa waktu.
Lamanya pengawetannya tergantung selera masing-masing, ada yang berbulan-bulan saja, tapi ada juga yang bertahun-tahun. Katanya, semakin lama maka akan semakin asin dan enak rasanya.

5. KLEPON MARTAPURA
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Makanan khas Kalimantan Selatan selanjutnya yaitu Kelepon Martapura. Makanan ini dikenal sebagai jajanan pasar dan terkenal dengan semboyannya “Pacah di ilat” yang kalau dalam bahasa Indonesia artinya pecah di lidah.
Ini adalah salah satu makanan khas yang paling enak dimakan pada sore hari sambil bersantai dan makanan ini banyak ditemukan di kota Martapura yaitu ibukota salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan.

6.MANDAY
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Makanan khas Kalimantan Selatan yang satu ini terbuat dari kulit cempedak atau kalau orang Kalimantan Selatan menyebutnya tiwadak yang diawetkan dalam waktu yang cukup lama.
Proses pengawetannya pun cukup sederhana yaitu dicampur dengan garam, kemudian didiamkan dalam tempat yang tertutup rapat. Sedangkan lama pengawetan tergantung selera masing-masing, makin lama semakin asam rasanya dan semakin enak.
Manday umumnya dimasak dengan cara di goreng, walaupun ada juga yang memasaknya dengan cara digulai dan dibakar. Dengan ditambah beberapa rempah-rempah maka rasa asam dari kulit cempedak pasti enak rasanya.

7. GANGAN ASAM BANJAR
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Gangan Asam Banjar adalah salah satu sayur khas Kalimantan Selatan. Untuk membuat sayur ini harus mengunakan Ikan Haruan atau Ikan Gabus, atau bisa juga diganti dengan Ikan Patin yang banyak terdapat di sungai-sungai Kalimantan Selatan.
Sesuai dengan namanya, sayur berkuah warna kuning ini memiliki rasa sedikit asam, gurih, dan segar yang pasti mengugah selera untuk segera menyantapnya. Katanya, sayur ini lebih nikmat kalau disantap dengan nasi putih hangat.

8.BINGKA
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Bingka adalah salah satu cemilan makanan khas Kalimantan Selatan, atau lebih tepatnya adalah cemilan khas dari suku Banjar yaitu suku asli Kalimantan Selatan. Sedangkan rasanya adalah manis, lembut dan sedikit berlemak.
Cemilan ini biasanya disajikan bersama cemilan dan kue khas Kalimantan Selatan lainnya untuk acara pernikahan. Selain itu, Bingka juga salah satu makanan favorit untuk berbuka puasa di Kalimantan Selatan.

9.GANGAN HUMBUT
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Makanan ini memiliki rasa yang sedikit manis tapi justru rasa manis itulah yang mampu mengugah selera dan biasanya disantap dengan sepiring nasi hangat.
Humbut sendiri berasal dari bagian inti pohon kelapa (nyiur) yang kemudian diolah menjadi sayur dan biasanya makanan khas ini disajikan sebagai menu wajib di acara hajatan seperti perkawinan dan sebagainya.

10.AMPARAN TATAK
Makanan Khas Kalimantan Selatan
Satu lagi kue khas Kalimantan Selatan yang menarik diketahui yaitu Amparan tatak. Kue ini sudah tidak asing lagi di sana dan rasanya manis. Sedangkan cara pembuatannya pun sederhana saja dan tidak sulit.
Bahan yang diperlukan adalah tepung beras dan santan, sedangkan bahan isian dari makanan khas Kalimantan Selatan yang satu ini adalah pisang atau terkadang bisa juga diisi dengan Nangka dan ditambah daun Pandan agar lebih nikmat.












 

Thursday, January 5, 2017

NAMA-NAMA PAHLAWAN REVOLUSI

NAMA-NAMA PAHLAWAN REVOLUSI

                                

Pahlawan Revolusi merupakan gelar yang diberikan kepada 10 perwira militer yang gugur pada peristiwa G30S PKI. Peristiwa tersebut tepatnya terjadi pada tanggal 30 September 1965 di Jakarta dan Yogyakarta. Setelah diculik dan dibantai secara keji, kesepuluh mayat perwira TNI tersebut dibuang di sumur Lubang Buaya. Tepat di atas tempat pembantaian bersejarah tersebut dibangunlah sebuah monumen bersejarah. Monumen itu dinamakan Monumen Pahlawan Revolusi / Monumen Lubang Buaya. Monumen tersebut adalah simbol penghargaan terhadap jasa kesepuluh pahlawan revolusi.
Selanjutnya pada tahun 2009, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 sebagai bentuk penghargaan terhadap 10 perwira TNI tersebut. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa penganugerahan Pahlawan Revolusi tersebut juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.
Maka sebagai generasi penerus kita wajib menghargai dan mengenang jasa para pahlawan revolusi tersebut. Caranya dengan mempelajari sejarah bangsa melalui profil 10 Pahlawan Revolusi tersebut. Lalu siapakah sebenarnya mereka? Berikut adalah ulasan singkat tentang profil kesepuluh pahlawan revolusi Indonesia.

Daftar 10 Pahlawan Revolusi yang Gugur pada Peristiwa G30S PKI

(1) Jenderal Ahmad Yani. (2) Letnan Jenderal Suprapto. (3) Letnan Jenderal Haryono. (4) Letnan Jenderal Siswondo Parman. (5) Mayor Jenderal D.I. Pandjaitan. (6) Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo. (7) Kapten Pierre Tendean. (8) AIP Karel Satsuit Tubun. (9) Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo. (10) Kolonel Sugiono.

1. Letnan Kolonel Ahmad Yani

Letnan Kolonel A. Yani adalah salah satu perwira TNI berpangkat Komandan Jenderal TNI AD yang gugur pada peristiwa G30S PKI di usia 43 tahun. Mayatnya ditemukan di dasar sumur Lubang Buaya pada tanggal 1 Oktober 1965.

Biografi Singkat Letkol Ahmad Yani

  • Ahmad Yani lahir pada tanggal 19 Juni 1922 di Jenar, Purworejo, Jawa Tengah.
  • Beliau lahir di keluarga Wongsorejo, dimana orangtuanya bekerja sebagai buruh pabrik gula Belanda.
  • Tahun 1927 ayahnya ditugaskan untuk bekerja di General Belanda di Batavia. Saat itu Ahmad Yani juga ikut indah di Batavia dan bersekolah tingkat menengah dan atas di sana.

Karir Militer Letkol Ahmad Yani

  • Pada tahun 1940 beliau keluar dari sekolah untuk ikut wajib militer. Beliau belajar topografi militer di Malang, Jawa Timur
  • Tidak lama setelah itu Jepang datang pada tahun 1942, terpaksa setahun kemudian beliau pindah bersama keluarganya ke Jawa Tengah.
  • Di Magelang A. Yani bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) dan menjalani pelatihan militer lanjut.
  • Setelah itu Ahmad Yani meminta latihan khusus sebagai pemimpin peleton PETA di Bogor, Jawa Barat.
  • Selepas pelatihan pemimpin peleton, beliau kembali ke Magelang untuk menjadi instruktur militer PETA.
  • Selanjutnya setelah Proklamasi Kemerdekaan, A. Yani bergabung menjadi Tentara Republik Indonesia untuk berjuang melawan Belanda. Saat itu beliau ditugaskan sebagai Komandan batalion perlawanan Inggris di Magelang dan berakhir pada kemenangan Indonesia.

2. Letnan Jenderal Suprapto

Letjen Suprapto juga termasuk salah satu korban kebiadaban PKI. Saat itu beliau menduduki jabatan sebagai TNI berpangkat Letnan Jenderal. Beliau meninggal di usia 45 tahun dan mayatnya juga ditemukan di dasar sumur Lubang Buaya 1 Oktober 1965.

Biografi Singkat Letjen Suprapto

  • Letjen Suprapto lahir pada tanggal 20 Juni 1920 di Purwokerto, Jawa Tengah.
  • Beliau merupakan perwira yang bisa dibilang nyaris seangkatan dengan Jenderal Besar Soedirman. Perbedaan usia Letjen Suprapto hanya 4 tahun lebih muda.
  • Hampir sebagian besar pendidikannya dihabisakan di bangku sekolah sampai jenjang tinggi di Yogyakarta sampai 1941.

Karir Militer Letjen Suprapto

  • Bersamaan dengan pecahnya perang dunia dua, beliau lantas masuk pendidikan militer di Koninklijke Militaire Akademie, Bandung, Jawa Barat
  • Saat Jepang menjajah, beliau dipenjara. Namun Letjen Surapto berhasil kabur dari penjara.
  • Letjen Suprapto berperan besar dalam perjuangan melawan penjajah di Jawa Tengah. Dibawah pimpinan langsung Jenderal Besar Soedirman, batalionnya berhasil memenangkan pertempuran melawan Inggris.
  • Setelah masa kedaulatan Suprapto bergabung menjadi anggota TKR (Tentara Keamanan Rakyat) sebagai Kepala Staf Tentara dan Teritorial (T&T) IV/ Diponegoro di Semarang..
  • Tak lama berselang beliau ditarik ke Jakarta menjadi Staf Angkatan Darat, kemudian ke Kementerian Pertahanan.
  • Beliau juga membantu dalam upaya perlawanan terhadap pemberontakan PRRI/Permesta. Setelah bisa diatasi lalu Letjen Suprapto diangkat menjadi Deputi Kepala Staf Angkatan Darat wilayah Sumatera.

3. Letnan Jenderal Haryono

Letnan Jenderal Haryono merupakan jenderal bintang tiga yang ikut menjadi korban dalam peristiwa berdarah tersebut. Beliau meninggal di usia 41 tahun dengan pangkat terakhir sebagai Letnan Jenderal. Jenasahnya diketemukan pada tanggal dan tempat yang sama dengan Pahlawan Revolusi lainnya.

Biografi Singkat Letjen Haryono

  • Letjen Haryono lahir pada tanggal 20 Januari 1924 di Surabaya, Jawa Timur.
  • Beliau pernah mengenyam pendidikan ELS (sekolah dasar), HSB (sekolah menengah) dan Ika Dai Gakko (sekolah kedokteran) namun tidak tamat.
  • Setelah kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, beliau hijrah ke Jakarta dan ikut sekolah militer Tentara Keamanan Rakyat.

Karir Militer Letjen Haryono

  • Setelah masuk TKR beliau diberikan jabatan awal sebagai Mayor. Dalam rentang tahun 1945-1950 beliau sering dipindahtugaskan dan ikut dalam beberapa peristiwa penting.
  • Pada awalnya beliau di tempatkan di Kantor Penghubung, kemudian Sekretaris Delegasi RI dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda.
  • Letjen Haryono juga pernah diutus sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Negara dan pernah juga sebagai Wakil Tetap di Kementerian Pertahanan Urusan Gencatan Senjata.
  • Setelah masa kedaulatan Suprapto bergabung menjadi anggota TKR (Tentara Keamanan Rakyat) sebagai Kepala Staf Tentara dan Teritorial (T&T) IV/ Diponegoro di Semarang.
  • Beliau juga sempat menjadi Sekretaris Delegasi Militer Indonesia untuk Konferensi Meja Bundar (KMB).

4. Letnan Jenderal Siswondo Parman

Letnan Jenderal S. Parman adalah seorang letnan jenderal TNI yang dianggap berbahaya bagi PKI. Sehingga bersama 9 perwira lainnya, beliau diculik dan dibunuh pada 30 September 1956. Saat itu beliau wafat di usia 47 tahun.

Biografi Singkat Letjen S. Parman

  • Letjen S. Parman lahir pada tanggal 4 Agustus 1918 di Wonosobo, Jawa Tengah.
  • Beliau pada mulanya adalah siswa sekolah kedokteran di jaman penjajahan. Namun harus berhenti sebelum tamat ketika Jepang menyerang di tahun 1940.
  • Pada saat itu beliau memutuskan untuk bergabung dengan Polisi Militer Kampeitai Jepang. Di organisasi itu, S. Parman ditugaskan sebagai intelejen dan penerjemah.

Karir Militer Letjen S. Parman

  • Selepas masa pendudukan Jepang berakhir, beliau melanjutkan karir kemiliterannya dengan bergabung dengan TKR.
  • Pada tahun 1945 S. Parman diangkat sebagai Kepala Staf Polisi Militer Yogyakarta.
  • Bahkan lebih jauh lagi, Letjen S. Parman diangkat menjadi Keala Staf Gubernur Militer di Jabodetabek selama empat tahun.
  • Tidak lama berselang beliau diangkat menjadi Mayor. Lalu setelah itu di promosikan menjadi Komandan Polisi Militer, anggota tinggi di Polisi Militer Nasional HQ, juga sering dikirim pelatihan militer ke luar negeri (london dan Amerika).
  • Puncaknya adalah diangkatnya S. Parman menjadi intelijen untuk Kepala Staf Angakatan Darat Ahmad Yani pada tanggal 28 Juni 1951.

5. Mayor Jenderal D.I. Pandjaitan

Mayor Jenderal D.I. Pandjaitan memiliki nama panjang Mayor Jenderal Donald Isaac Panjaitan. Beliau wafat di tangan PKI pada usia yang relatif muda, yakni 41 tahun.

Biografi Singkat Mayor Jenderal D.I. Pandjaitan

  • Mayor Jenderal D.I. Pandjaitan lahir pada tanggal 19 Juni 1925 di Baligae, Sumatera Utara.
  • Beliau termasuk orang yang kenyang menikmati bangku sekolah. Tercatat beliau tamatan sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah tinggi.
  • Selepas tamat sekolah tinggi beliau masuk di Gyugun bentukan Jepang. Setelah selesai pendidikan, D.I. Panjaitan ditugaskan di wilayah Pekanbaru, Riau

Karir Militer Mayor Jenderal D.I. Panjaitan

  • Panjaitan muda melanjutkan karir kemiliterannya dengan bergabung bersama TKR. Disana beliau ditugaskan sebagai komandan batalion sekaligus Komandan Pendidikan Divisi IX/Banteng, Bukittinggi.
  • Tidak lama berselang, Panjaitan diangkat sebagai Kepala Staf Umum IV (Supplay) Komandemen Tentara Sumatera.
  • Beliau juga diangkat menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat masa Agresi Militer Belanda II.
  • Jabatan terakhir yang diembannya adalah Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad).

6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo wafat saat peristiwa G30SPKI saat mengijak usia 43 tahun. Jenasahnya dikebumikan di Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta tepat setelah diketemukan 1 Oktober 1965 di Sumur maut Lubang Buaya.

Biografi Singkat Mayor Sutoyo Siswomiharjo

  • Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo lahir tanggal 22 Agustus 1922 di Kebumen, Jawa Tengah.
  • Beliau mengenyam pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah tinggi sebelum masa pendudukan Jepang. Setelah itu beliau belajar tentang penyelenggaraan pemerintahan di Jakarta.
  • Mayjen Sutoyo Siswomiharjo juga pernah menjadi pegawai pemerintah di Purworejo, namun tidak lama berselang beliau mengundurkan diri.

Karir Militer Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

  • Sutoyo Siswomiharjo masuk dalam organisasi militer TKR pada tahun 1945. Setahun berselang beliau dipercaya sebagai ajudan Kolonel Gatot Soebroto sebagai Komandan Polisi Militer.
  • Pada tahun 1954 Sutoyo Siswomiharjo diangkat sebagai Kepala Staf di Markas Besar Polisi Militer. Dua tahun kemudian diangkat menjadi Asisten Atase Militer di kedutaan besar Indonesia di London.
  • 1959-1961 Karir beliau menanjak. Mulai dari Inspektur Kehakiman Angkatan Darat menjadi Inspektur Kehakiman/Jaksa Militer Utama

7. Kapten Pierre Tendean

Kapten Pierre Tendean yang memiliki nama panjang Kapten Pierre Andreas Tendean salah satu korban yang G30SPKI yang tergolong masih muda. Saat itu beliau baru mengijak usia 26 tahun dan sedang dalam tahapan militer jenjang bawah.

Biografi Singkat Kapten Pierre Andreas Tendean

  • Kapten Pierre Andreas Tendean lahir tanggal 21 Februari 1939 di Batavia, Hindia Belanda.
  • Pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah tinggi ditempuhnya di Semarang, tempat ayahnya bertugas sebagai dokter.
  • Kapten Pierre Andreas Tendean mengenal dunia militer saat masuk di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) Bandung tahun 1958. Meski orangtuanya meyuruhnya menjadi dokter atau insinyur, tekadnya yang bulat membawanya masuk ke dunia militer secara penuh.

Karir Militer Kapten Pierre Andreas Tendean

  • Kapten Pierre Andreas Tendean tamat akademi militer tahun 1962 sebagai Letnan Dua dan ditugaskan menjadi Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan, Medan.
  • Setahun berselang beliau masuk DIPIAD (Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat) dan ditugaskan sebagai intelijen di Malaysia saat konfrontasi Indonesia-Malaysia memanas.
  • Tanggal 15 April 1965 beliau diangkat menjadi Letnan Satu yang ditugaskan menjadi ajudan Jenderal A.H. Nasution.

8. AIP Karel Satsuit Tubun

AIP Karel Satsuit Tubun menjadi korban keganasan G30SPKI di usia 36 tahun. Saat itu beliau menjabat sebagai ajudan dari Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu pengetahuan Johanes Leimena.

Biografi Singkat AIP Karel Satsuit Tubun

  • AIP Karel Satsuit Tubun lahir tanggal 14 Oktober 1928 di Tual, Maluku Tenggara.
  • Setelah tamat pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah tinggi, beliau bergabung menjadi anggota POLRI.
  • Setelah tamat pendidikan, beliau ditugaskan di Brimob Ambon sebagai Agen Polisi Kelas Satu.

Karir Militer AIP Karel Satsuit Tubun

  • AIP Karel Satsuit Tubun pernah ditugaskan pada operasi pembebasan Irian Barat setelah Trikora dikumandangkan Presiden Soekarno..
  • Belau juga sempat ditugaskan menjadi pengawal keamanan yang menjaga Wakil Perdana Menteri J. Leimena.
  • Pangkat terakhir yang pernah beliau rasakan adalah Brigadir Polisi.

9. Brigadir Jenderal Katamso

Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo terbunuh pada peristiwa G30SPKI di usia 42 tahun degan jabatan terakhir Brigadir Jenderal TNI AD.

Biografi Singkat Brigadir Jenderal Katamso

  • Brigadir Jenderal Katamso lahir tanggal 5 Februari 1923 di Sragen, Jawa Tengah.
  • Setelah tamat pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah tinggi, beliau bergabung menjadi anggota PETA dan mengenyam pendidikan militer di Bogor, Jawa Barat.

Karir Militer Brigadir Jenderal Katamso

  • Brigadir Jenderal Katamso kemudian ditugaskan sebagai Komandan Batalion 426 Jawa Tengah untuk memimpin penumpasan pemberontak.
  • Beliau juga semat menjadi Komandan Batalion A Pasukan Komando Operasi 17 Agustus pimpinan Letnan Kolonel Ahmad Yani. Pasukan ini bertugas menumpas pemberontakan PRRI/Permesta.

10. Kolonel Sugiono

Kolonel Sugiono merupakan korban terakhir pada peristiwa G30SPKI di usia 36 tahun. Jabatan terakhir yang diembannya adalah Kolonel di jajaran TNI AD.

Biografi Singkat Kolonel Sugiono

  • Kolonel Sugiono lahir tanggal 12 Agustus 1926 di Gedaren, Sumbergiri, Ponjong, Gunung Kidul, Yogyakarta.
  • Kecintaannya pada dunia pendidikan membuatnya masuk ke sekolah Guru Pertama di Wonosari setelah tamat sekolah menengah. Namun pendidikannya tidak tamat dikarenakan adanya penjajahan Jepang pada saat itu.

Karir Militer Kolonel Sugiono

  • Setelah Jepang menduduki Indonesia, beliau bergabung bersama PETA untuk melawan penjajah. Saat itu Kolonel Sugiono diangkat sebagai Budanchou atau Komandan Peleton wilayah Wonosari.
  • Beliau sempat menjadi ajudan Komandan Brigadir 10 dibawah arahan Letnan Kolonel Soeharto di tahun 1947.
  • Selanjutnya tahun 1949 dikirim untuk misi Gerakan Operasi Militer (GOM) III pada penumpasan pemberontakan KNIL pimpinan Andi Aziz.
  • Diakhir hayatnya, Kolonel Sugiono menjabat sebagai Kepala Staf Korem 072 Kodam VII Diponegoro dibawah pimpinan Kolonel Katamso.
Itulah profil singkat kesepuluh pahlawan revolusi yang gugur pada peristiwa G30S PKI. Jejak peninggalan yang bisa kita temui adalah monumen lubang buaya, Jakarta.
Disana juga terdapat museum G30S PKI. Museum itu berisi arsip perjuangan melawan PKI di Indonesia.

Isi Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia

Isi Pembukaan UUD 1945
Republik Indonesia

Pembukaan UUD 1945
"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."
"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur."
"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :
Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Wednesday, January 4, 2017

SEJARAH Proklamasi Kemerdekaan RI 1945

SEJARAH Proklamasi Kemerdekaan RI
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Jumat, 17 Agustus 1945 M atau 17 Ramadan 1365 H) dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat.


Berikut sejarah singkat rangkaian peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI

Tanggal 6 Agustus 1945 -- 2 bom atom dijatuhkan ke dua kota di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Ini menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Tanggal 7 Agustus 1945 -- BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Tanggal 9 Agustus 1945 -- Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.

Tanggal 10 Agustus 1945 -- Sementara itu, di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah. Syahrir mengetahui hal itu melalui siaran radio luar negeri, yang ketika itu terlarang. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.

Tanggal 11 Agustus 1945 -- Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan dalam beberapa hari.

Tanggal 14 Agustus 1945 -- Saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat (250 km di sebelah timur laut dari Saigon), Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu busuk Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro dengan Jepang. Hatta menceritakan kepada Sjahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.

Sementara itu Syahrir menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan mungkin harus siap menghadapi bala tentara Jepang dalam hal mereka akan menggunakan kekerasan. Syahrir telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagi-bagikan. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap, Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Tanggal 15 Agustus 1945 -- Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 malam 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan UUD yang sehari sebelumnya telah disiapkan Hatta.

Tanggal 16 Agustus 1945 -- Gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pengikut Syahrir. Pada siang hari mereka berkumpul di rumah Hatta, dan sekitar pukul 10 malam di rumah Soekarno. Sekitar 15 pemuda menuntut Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan melalui radio, disusul pengambilalihan kekuasaan. Mereka juga menolak rencana PPKI untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 16 Agustus.

Peristiwa Rengasdengklok
Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok. Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 mereka menculik Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.

Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Yamamoto
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Yamamoto dan bermalam di kediaman wakil Admiral Maeda Tadashi. Dari komunikasi antara Hatta dan tangan kanan komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Hatta menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.

Naskah Proklamasi
Mengetahui bahwa proklamasi tanpa pertumpahan darah telah tidak mungkin lagi, Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi yang kemudian dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945.

Sebelumnya para pemuda mengusulkan agar naskah proklamasi menyatakan semua aparat pemerintahan harus dikuasai oleh rakyat dari pihak asing yang masih menguasainya. Tetapi mayoritas anggota PPKI menolaknya dan disetujuilah naskah proklamasi seperti adanya hingga sekarang. Para pemuda juga menuntut enam pemuda turut menandatangani proklamasi bersama Soekarno dan Hatta dan bukan para anggota PPKI. Para pemuda menganggap PPKI mewakili Jepang. Kompromi pun terwujud dengan membubuhkan anak kalimat “atas nama Bangsa Indonesia” Soekarno-Hatta. Rancangan naskah proklamasi ini kemudian diketik oleh Sayuti Melik.

Isi Teks Proklamasi
Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:


Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

Sementara naskah yang sebenarnya hasil gubahan Muh.Hatta, A.Soebardjo, dan dibantu oleh Ir.Soekarno sebagai pencatat. Adapun bunyi teks naskah otentik itu sebagai berikut:


Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 – 8 – ’45
Wakil2 bangsa Indonesia.

Tuesday, January 3, 2017

Nama 33 Povinsi di Indonesia Dan Ibukotanya

Nama 33 Povinsi di Indonesia Dan Ibukotanya

Untuk mengetahui nama 33 provinsi di indonesia beserta ibukotanya tentunya disini bisa anda dapatkan dimana nama 33 provinsi di indonesia beserta ibukotanya telah saya sediakan disini khususnya bagi anda yang membutuhkan. Untuk informasi terbaru selanjutnya tentang daftar nama nama 33 provinsi di indonesia beserta ibukotanya bisa langsung anda simak yang telah tersedia berikut ini.


Nama 33 Provinsi di Indonesia Beserta Ibukotanya

Nama 33 Provinsi di Indonesia Beserta Ibukotanya
================================================

PULAU SUMATERA

1 Provinsi Nanggro Aceh Darussalam Ibukota nya adalah Banda Aceh
2 Provinsi Sumatera Utara Ibukota nya adalah Medan
3 Provinsi Sumatera Barat Ibukota nya adalah Padang
4 Provinsi Riau Ibukota nya adalah Pekan Baru
5 Provinsi Kepulauan Riau Ibukota nya adalah Tanjung Pinang
6 Provinsi Jambi Ibukota nya adalah Jambi
7 Provinsi Sumatera Selatan Ibukota nya adalah Palembang
8 Provinsi Bangka Belitung Ibukota nya adalah Pangkal Pinang
9 Provinsi Bengkulu Ibukota nya adalah Bengkulu
10 Provinsi Lampung Ibukota nya adalah Bandar Lampung

PULAU JAWA
11 Provinsi DKI Jakarta Ibukota nya adalah Jakarta
12 Provinsi Jawa Barat Ibukota nya adalah Bandung
13 Provinsi Banten Ibukota nya adalah Serang
14 Provinsi Jawa Tengah Ibukota nya adalah Semarang
15 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Ibukota nya adalah Yogyakarta
16 Provinsi Jawa Timur Ibukota nya adalah Surabaya

PULAU NUSA TENGGARA DAN BALI
17 Provinsi Bali Ibukota nya adalah Denpasar
18 Provinsi Nusa Tenggara Barat Ibukota nya adalah Mataram
19 Provinsi Nusa Tenggara Timur Ibukota nya adalah Kupang

PULAU KALIMANTAN
20 Provinsi Kalimantan Barat Ibukota nya adalah Pontianak
21 Provinsi Kalimantan Tengah Ibukota nya adalah Palangkaraya
22 Provinsi Kalimantan Selatan Ibukota nya adalah Banjarmasin
23 Provinsi Kalimantan Timur Ibukota nya adalah Samarinda

PULAU SULAWESI
24 Provinsi Sulawesi Utara Ibukota nya adalah Manado
25 Provinsi Sulawesi Barat Ibukota nya adalah Kota Mamuju
26 Provinsi Sulawesi Tengah Ibukota nya adalah Palu
27 Provinsi Sulawesi Tenggara Ibukota nya adalah Kendari
28 Provinsi Sulawesi Selatan Ibukota nya adalah Makassar
29 Provinsi Gorontalo Ibukota nya adalah Gorontalo

KEPULAUAN MALUKU DAN PAPUA
30 Provinsi Maluku Ibukota nya adalah Ambon
31 Provinsi Maluku Utara Ibukota nya adalah Ternate
32 Provinsi Papua Barat Ibukota nya adalah Kota Manokwari
33 Provinsi Papua Ibukota nya adalah Jayapura



Provinsi Baru Hasil Pemekaran :
1. Kepulauan Riau
2. Kepulauan Bangka Belitung
3. Banten
4. Gorontalo
5. Maluku Utara
6. Papua Barat